SPONSOR

SISTEM PENAYANGAN KARTOGRAFIS

sistem penayangan kartografis peta

Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh muka bumi baik yang terletak di atas maupun di bawah permukaan dan disajikan pada bidang datar pada skala dan proyeksi tertentu (secara matematis). Karena dibatasi oleh skala dan proyeksi maka peta tidak akan pernah selengkap dan sedetail aslinya (bumi), karena itu diperlukan penyederhanaan dan pemilihan unsur yang akan ditampilkan pada peta. Skala peta menggambarkan sejauhmana penyederhanaan dilakukan. Pada peta skala kecil (misalnya 1:1.000.000) penyederhanaan dilakukan samapai tinkat yang cukup umum, sehingga yang diperolah adalah gambaran umum tentang wilayah yang dipetakan. Sedangkan pada peta berskala besar (misalnya 1:5.000) informasi yang ditayangkan dapat sangat rinci. Peta dapat dibuat dan ditayangkan dalam sistem proyeksi bumi, maupun sistem proyeksi, yang umumnya digunakan di Indonesia adalah Universal Transverse Mercator (UTM).
Posisi suatu titik biasanya dinyatakan dengan koordinat (dua-dimensi atau tiga-dimensi) yang mengacu pada suatu sistem koordinat tertentu. Sistem koordinat itu sendiri dapat didefinisikan berdasarkan tiga parameter berikut, yaitu:
>>> Lokasi titik nol dari sistem koordinat. Posisi suatu titik di permukaan bumi umumnya ditetapkan dalam/terhadap suatu sistem koordinat terestris. Titik nol dari system koordinat terestris ini dapat berlokasi di titik pusat massa bumi (sistem koordinat geosentrik), maupun di salah satu titik di permukaan bumi (sistem koordinat toposentrik).
>>> Orientasi dari sumbu-sumbu koordinat. Posisi tiga-dimensi (3D) suatu titik di permukaan bumi umumnya dinyatakan dalam suatu sistem koordinat geosentrik. Tergantung dari parameter-parameter pendefinisi koordinat yang digunakan, dikenal dua sistem koordinat yang umum digunakan, yaitu sistem koordinat Kartesian (X,Y,Z) dan sistem koordinat Geodetik (L,B,h), yang keduanya diilustrasikan pada Gambar berikut :
ABAAAfuckAG-31
Pada dasarnya bentuk bumi tidak datar tapi mendekati bulat maka untuk menggambarkan sebagian muka bumi untuk kepentingan pembuatan peta, perlu dilakukan langkah langkah tertentu agar bentuk yang mendekati bulat tersebut dapat didatarkan dan distorsinya dapat terkontrol, untuk itu dilakukan proyeksi ke bidang datar. Proyeksi UTM dibuat oleh US army sekitar tahun 1940 an. Sejak saat itu proyeksi ini menjadi standar untuk pemetaan topografi.
Adapun sifat sifat dari proyeksi UTM dapat dijelaskan sebagai berikut :
>>> Proyeksi UTM merupakan proyeksi Transverse Mercator yang memotong bola bumi pada dua buah meridian, yang disebut dengan meridian standar. Meridian pada pusat zone disebut sebagai meridian tengah.
>>>Daerah diantara dua meridian ini deisebut zone. Lebar zone adalah 6 derajad sehingga bola bumi dibagi menjadi 60 zone.
>>> Perbesaran pada meridian tengan adalah 0,9996
>>> Perbesaran pada meridian standar adalah 1
>>> Perbesaran pada meridian tepi adalah 1,001
>>> Satuan ukuran yang digunakan adalah meter.
Untuk menghindari koordinat negatif dalam proyeksi UTM setiap meridian tengah dalam tiap zone diberi harga 500.000 mT (meter timur). Untuk harga-harga ke arah utara, ekuator dipakai sebagai garis datum dan diberi harga 0 mU (meter utara). Dan untuk perhitungan ke arah selatan ekuator diberi harga 10.000.000 mU.
Share on Google Plus

About indrade

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment